KALIMAT DASAR BAHASA INDONESIA

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh dan, baik dengan cara lisan maupun tulisan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir.

Kalimat pun dapat diartikan sebagai berikut kumpulan kata terstruktur atau bersistem yang menimbulkann makna lengkap, yakni makna yang dapat di pahami orang lain sesuai dengan maksud pembuat kalimatnya.

Kalimat yang bentuknya tidak memenuhi persyaratan kalimat, dan isinya tidak mampu menjadi sarana komunikasi sempurna disebut kalimat tidak baku. Kalimat tidak baku bisa berupa kalimat tidak efektif, kalimat tidak normative, dan kalimat tidak logis.

Beberapa factor yang menentukan efektif dan tidaknya suatu kalimat adalah pemakaian tanda baca, bentuk kata, urutan kata, dan pilihan kata.

 Pemakaian tanda baca
Tanda baca adalah tanda-tanda bahasa didalam kaimat seperti koma, titik, tanda Tanya dan sebagainya.

 Bentuk kata
Adalah perubahan suatu kata. Dalam bahasa Indonesia ada tiga unsure pembentuk kata, yaitu imbuhan (afiks), perulangan(reduplikasi) dan pemajemukan(komposisi). Semua perubahan bentuk kata tersebut mempengaruhi makna suatu kata sebab setiap perubahan bentuk kata mengakibatkan perubahan makna.

 Urutan kata
Adalah penempatan kata atau kelompok kata sesuai dengan fungsi yang dimilikinya. Di dalam kalimat, kata atau kelompok kata yang memiliki fungsi tertentu menduduki pola urutan atau susunan tertentu pula. Penempatan kata atau kelompok kata yang tidak sesuai dengan fungsi dan artinya menyebabkan kalimat tidak efektif.

 Pilihan kata
Dalam menyusun kalimat, kita harus memilih kata bersinonim yang maknanya sesuai dengan makna lingkungan kalimat yang kita kehendaki. Dalam bahasa Indonesia ada kata yang bersinonim dengan yang lainnya dan ada juga yang merupakan sinonim semu yaitu hanya mempunyai kemiripan makna, sehingga masing-masing tidak dapat bervariasi secara bebas tanpa menimbulkan perubahan arti.

Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.


Di dalam bahasa Indonesia kalimat dapat dibagi menjadi 4 yaitu :

1. Kalimat tunggal

Kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. Atau kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat.

Contoh :

Ibu memasak

Ket :

Pola kalimat diatas adalah ibu sebagai S, dan memasak sebagai objek.

2. Kalimat majemuk

kalimat yang memiliki dua pola atau lebih dan juga didalam kalimatnya memiliki sebuah kata penghubung.

Contoh :

*ibu mencuci baju
*ayah membaca Koran

Bila kedua kalimat diatas di gabungkan maka hasilnya seperti ini
Ibu mencuci baju dan ayah membaca Koran.


Kalimat majemuk dapat terbagi lagi menjadi 4 yaitu :

 kalimat majemuk setara

dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu. Tetapi memiliki kedudukan yang sejajar atau sederajat. Kalimat majemuk setara ini, di bedakan kembali menjadi 4 sesuai dengan kata penghubungnya antara lain :

a) Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: Menggunakan kata penghubung dan,serta, lagipula.
b) Kalimat Majemuk Setara Penguatan: Menggunakan kata penghubung bahkan
c) Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: Menggunakan kata penghubung atau,baik, maupun.
d) Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: Menggunakan kata penghubung Tetapi, sedangkan, melainkan
e) Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: Menggunakan kata penghubung kemudian, lalu, lantas

Adapun ciri-ciri dari kalimat majemuk setara adalah :

a) Kedudukan pola kalimat di dalamnya sama derajatnya atau setara.
b) Penggabungan pola kalimatnya disertai perubahan intonasi.
c) Mengandung kata tugas atau penghubung untuk membedakan sifat kesataraannya, seperti dan, serta, lagi pula, tambahan lagi dan sebagainya.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat

Adalah kalimat majemuk bertingkat ialah kalimat yang bagian-bagiannya diperluas, sehingga perluasan itu membentuk satu atau beberapa pola kalimat baru, selain pola yang sudah ada. Salah satu pola menduduki fungsi tertentu dari pola yang lain.

Bagian yang lebih tinggi kedudukannya disebut induk kalimat, sedangkan bagian yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat. Kedudukan anak kalimat bergantung pada induk kalimatnya jadi tidak setara atau sederajat. Semua kedudukan kata dalam kalimat tunggal baik, subjek, predikat, objek dan keterangan dapat diperluas sehingga membentuk pola kalimat baru yang namanya sesuai dengan kedudukan kata yang digantikannya.

Adapun ciri-ciri dari kalimat majemuk berdasarkan perluasan dengan pola kalimat, yaitu :

a) Adanya perubahan intonasi dan kesenjangan antara.
b) Perluasan kalimat tunggal membentuk pola baru.
c) Bagian pola kalimat baru menjadi anak kalimat.
d) Bagian yang tetap menjadi induk kalimat.
e) Anak kalimat bergantung pada induk kalimat.
f) Nama anak kalimat sesuai dengan bagian kedudukan jabatan yang diperluas.

4. Kalimat Majemuk Campuran

Adalah kalimat majemuk yang di dalam kalimatnya terdapat kombinasi kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat.


Ciri-ciri kalimat majemuk campuran adalah

a) Satu pola atasan dan dua pola bawahan, misalnya :

 Kami sedang ujian kenaikkan kelas, yang diawasi oleh para guru, serta di tinjau oleh kepala sekolah.
 Ketika kami pulang sekolah, Pak Guru datang menyusul dari belakang, kami dinasehati agar jangan berkelahi dijalan.

b) Dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan
 Kepala sekolah menyesalkan terjadinya perkelahian itu dan meminta agar para siswa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, yang dapat merugikan nama baik sekolah maupun guru.


Unsur dalam bahasa Indonesia.

Didalam bahasa Indonesia setiap kalimat ada pendukung nya yaitu unsure. Unsure dalam bahasa Indonesia merupakan berfungsi sebagai penjelas suatu kalimat.

Adapun unsure-unsur dalam kalimat itu terdiri dari :

1. Subjek

Subjek merupakan bagian kalimat yang menunjukkan pelaku atau masalah.
Biasanya berupa kata benda dan merujuk dalam benda.

Secara singkat didefinisikan sebagai :
Contoh :

Ibu sedang memasak

Ket : kata ibu didalam kalimat diatas menunjukkan SUBJEK.

adapun ciri-ciri dari sbujek adalah

v Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa

Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.

v Disertai Kata Itu

Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama negara, instansi, atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu

v Didahului Kata Bahwa

Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atau ialah.

v Mempunyai Keterangan Pewatas Yang

Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas.

v Tidak Didahului Preposisi

Subjek tidak didahului preposisi, seperti dari, dalam, di, ke, kepada, pada. Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek.

v Berupa Nomina atau Frasa Nominal

Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Di samping nomina, subjek dapat berupa verba atau adjektiva, biasanya, disertai kata penunjuk itu.

2. Predikat

Merupakan bagian dari unsure kalimat yang menjelaskan tentang suatu subjek dalam suatu kalimat. Predikat ini biasanya kata/frasa

Secara singkat predikat dapat didefinisikan dengan :

Contoh :

Kakak sedang belajar

Ket :

Kalimat diatas menunjukkan adanya 2 unsur kalimat yaitu kata KAKAK menunjukkan SUBJEK, sedangkan kata BELAJAR menunjukkan penjelasan dari SUBJEK yaitu PREDIKAT dan biasanya di ikuti dengan kata SEDANG.

Adapun ciri-ciri dari predikat adalah

v Jawaban atas Pertanyaan Mengapa atau Bagaimana

Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapa atau bagaimana adalah predikat kalimat. Pertanyaan sebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa nomina penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia.

v Kata Adalah atau Ialah

Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek dan pelengkap tidak jelas.

v Dapat Diingkarkan

Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang diwujudkan oleh kata tidak. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa verba atau adjektiva. Di samping tidak sebagai penanda predikat, kata bukan juga merupakan penanda predikat yang berupa nomina atau predikat kata merupakan.

v Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas

Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.


v Unsur Pengisi Predikat

Predikat suatu kalimat dapat berupa:

1. Kata, misalnya verba, adjektiva, atau nomina.

2. Frasa, misalnya frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia (bilangan).

3. OBJEK

Merupakan unsur dalam bahasa Indonesia yang menjelaskan tentang suatu predikat dalam sebuah kalimat.

Objek langsung ialah objek yang secara langsung mengikuti predikat. Predikat kalimat yang secara langsung membentuk kata kerja transitif yaitu kata kerja yang memerlukan objek.

Objek langsung dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu :

v Objek penderita (O1)

Objek penderita adalah objek yang secara langsung mengikuti predikat pada kalimat aktif transitif.

Ciri-ciri objek penderita adalah :

1. Sasaran perbuatan pekerjaan yang dinyatakan oleh predikat (P).

2. Sasaran tindakan yang dilakukan oleh subjek(S).

3. Hasil atau akibat pekerjaan yang dilakukan oleh subjek(S).

Contoh :

Paman menulis surat

Ket :

Ayah = subjek

Menulis = predikat

Surat =objek 1

Cara untuk menetapkan objek penderita (O) dalah membuat pertanyaan berserta jawabannya, pada contoh tersebut.

Pertanyaannya : apa yang ditulis paman?

Jawabannya : Surat.

Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan objek penderita, oleh Karena itu sifat kata kerja (predikat) adalah kata kerja transitif.

v Objek Penyerta (O2)

Adalah objek yang menyertai atau mendampingi predikat. Hubungan objek penyerta dengan predikat. Hubungan objek penyerta dengan predikat agak renggang dan secara eksplisit dihubungkan oleh kata bagi, pada, dengan dan sebagainya.

Ciri-ciri objek penyerta :

1. Ikut serta melengkapi pekerjaan yang dinyatakan oleh predikat(P).

2. Berkepentingan terhadap perbuatan yang dilakukan oleh subjek (S).

Contoh :

Ibu membeli buku untuk kami

Ket :

Ibu = Subjek

Membeli = predikat

Buku = objek penderita (O1)

Untuk kami = objek penyerta (O2)

v Objek pelaku (O3)

Objek pelaku adalah subjek pada kalimat aktif yang berubah menjadi objek pelaku atau yang melakukan pekerjaan,

Ciri-ciri objek pelaku :

1. Objek pelengkap yang melakukan pekerjaan .

2. Objek pelaku hanya terdapat dalam kalimat pasif.

Contoh :

Buku dibeli oleh ibu untuk kami

Ket :

Buku = subjek

Dibeli = predikat

Oleh ibu = O3

Untuk kami = O2

4. Keterangan

Bagian dari kalimat yang menerangakan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).

a) Keterangan tempat

Adalah keterangan yang menunjukkan tempat atau arah suatu perbuatan, biasanya diawali dengan dengan kata-kata seperti di dalam, di luar, ke, di atas, pada, dan sebagainya.

Contoh :

Pengumuman hasil ujian dilakasanakan di kantor guru

b) Keterangan alasan atau sebab

Adalah keterangan kalimat yang menjelaskan alasan yang menyebabkan perbuatan itu dilakukan . biasanya menunjukkan keterangan yang diawali dengan kata-kata seperti sebab, karena, oleh sebab, oleh karena dan sebagainya.

Contoh :

Hidupnya selalu kekurangan karena malas kerja

c) Keterangan tujuan

Adalah keterangan kalikmat yang berfungsi menerangkan tujuan dari perbuatan yang dinyatakan oleh predikat.

Biasanya diawali dengan kata-kata agar, untuk, guna, supaya, dan sebagainya.

Contoh :

Cerita itu dibuat untuk anak-anak di kota

d) Keterangan perlawanan

Adalah keterangan kalimat yang menunjukkan perlawanan antara bagian kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Biasanya diawali dengan meskipun, walupun, kendatipun, dan sebagainya.

Contoh :

Ia tidak akan dihukum walaupun jelas bersalah

e) Keterangan keadaan atau situasi

adalah keterangan kalimat yang menjawab atas pertanyaan-pertanyaan : suasana apa/bagaimana suatu perbuatan itu dilakukan.

Contoh :

Tertuduh menolak putusan itu dengan spontan

http://organisasi.org/pengertian_kalimat_dan_unsur_kalimat

http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat

http://ryansikep.blogspot.com/2010/04/subjek-dan-predikat.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MUSIC


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com